Angin malam berdendang riang memuja langit
kala purnama jatuh di telaga biru mencumbu bintang
Saat askara langit jatuh berkeping-keping
riak badai semusim mengukir resah
berkalang gundah di hujung embun memilu
Tangis pilu si air mata malam
mengukir di hujung langit
merajut mimpi kala biduk berkarang maut
Mungkinkah angin semalam bercandu senja
merajut kasih di dada malam
berbisik dalam guratan langit tanpa sebab
mengulum mentera angin mengetuk pintu langit
memuja mentari menenun sinar dalam gulita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar